Soal Pemberhentian Ketua KPU, DPR Harap DKPP Sudah Kaji Matang

Soal Pemberhentian Ketua KPU, DPR Harap DKPP Sudah Kaji Matang

Anggota Komisi II DPR RI Sodik Mudjahid menghendaki Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah sebabkan kajian yang mendalam terkait keputusan pemberhentian Arief Budiman berasal dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurutnya, keputusan pemberhentian Arief wajib dikerjakan berdasarkan pertimbangan yang jelas.
FS88BET
“Kami menghendaki DKPP telah mengulas dan membandingkan secara mendalam dan komprehensif tindakan yang dikerjakan Arief Budiman bersama dengan ukuran-ukuran kode etik yang telah ditetapkan DKPP,” kata Sodik kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/1).

Sementara itu, bagian Komisi II DPR Mardani Ali Sera menilai pemberhentian Arief oleh DKPP merupakan contoh yang tidak baik, sebab tunjukkan ketegangan yang tetap berjalan pada KPU bersama dengan DKPP.

“Tentu ini preseden yang tidak baik. Ada ketegangan berterusan pada KPU dan DKPP,” ujarnya.

Mardani berpendapat, setiap masalah seharusnya dikomunikasikan lebih dahulu oleh dua lembaga negara itu.

Ia pun menyampaikan, Komisi II DPR bakal memanggil KPU dan DKPP agar dua lembaga itu berjalan serasi ke depannya.

“Dialog dan komunikasi sanggup terhitung dikerjakan agar semua penyelenggara pemilu sanggup amanah menunaikan tugasnya,” kata politikus PKS itu.

Sebelumnya, DKPP memberhentikan Arief berasal dari jabatan Ketua KPU. Keputusan ini diambil alih didalam sidang etik putusan perkara bersama dengan nomer 123-PKE-DKPP/X/2020.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian berasal dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua KPU RI,” dikutip berasal dari salinan putusan DKPP, Rabu (13/1).

DKPP tunjukkan Arief terbukti melanggar etik dan pedoman prilaku penyelenggara pemilu selagi mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Presiden Joko Widodo ke PTUN Jakarta.