Peresmian Proyek Juga Merupakan Akhir Perpisahan Risma di Surabaya

Peresmian Proyek Juga Merupakan Akhir Perpisahan Risma di Surabaya

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengaku bakal secara khusus mengundang Menteri Sosial RI Tri Rismaharini alias Risma untuk resmikan sejumlah proyek pembangunan di Surabaya.
Pasang Bola
Gelaran ini pun rencananya bakal jadi ajang perpisahan Risma, eks Wali Kota Surabaya, bersama dengan para pimpinan daerah tersebut.

Proyek-proyek itu pada lain Jembatan Joyoboyo Wonokromo dan Museum Olahraga di lapangan THOR segi barat Gelora Pancasila. Menurut Whisnu, dua pembangunan selanjutnya adalah peninggalan Risma, sebagai wali kota sebelumnya.

“Beliau sebenarnya ingin sekali resmikan lebih dari satu yang sebenarnya tinggalan beliau, layaknya Museum Olah Raga, Jembatan Joyoboyo,” kata Whisnu, Senin (28/12).

Untuk mengundang Risma, ia pun sudah berkoordinasi bersama dengan Sekretaris Daerah Surabaya. Nantinya didalam acara peresmian itu, rencananya Risma terhitung bakal berpamitan bersama dengan forum pimpinan daerah (Forpimda) di Kota Palembang.

“Saya sudah koordinasikan bersama dengan Sekda, nanti beliau kami undang sebagai Mensos untuk meresmikan, yang sekalian kami bikin acara pamitan bersama dengan Forpimda,” ucap Whisnu.

Tidak cuma itu, Whisnu mengatakan, pada sisa kecuali dirinya sebagai Plt Wali Kota jua sudah berkoordinasi bersama dengan semua OPD di Pemkot Surabaya, cuma saja tetap konsentrasi ke soal penanganan

Politikus PDI-Perjuangan itu terhitung mengatakan bahwa dirinya selamanya bakal melanjutkan apa yang sudah ditetapkan Wali Kota Risma di dua bulan sisa jaman kerja.

“Saya tinggal mobilisasi yang paling baik bikin Kota Surabaya. Apapun itu, jangan sampai terbengkalai cuma karena perubahan yang didalam selagi sebentar saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Risma, yang selagi itu tetap merangkap Mensos dan Wali Kota Surabaya, sudah menghendaki izin kepada Presiden Joko Widodo untuk ulang ke Surabaya untuk resmikan Jembatan Joyoboyo yang sudah dibangun sepanjang 10 tahun dan juga museum olahraga.

“Karena tetap merangkap wali kota, untuk selagi waktu, aku sudah izin ke presiden. Saya cuma ingin resmikan jembatan yang ada air mancurnya itu, sayang kecuali aku enggak resmikan itu,” kata Risma di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Sejumlah ahli menilai rangkap jabatan Risma itu menyalahi aturan. Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2003-2008 dan 2015-2020 I Dewa Gede Palguna menilai perihal ini terhitung berkaitan efektivitas pelaksanaan tugas.

“Saya katakan [persoalan Risma adalah] kasus efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Artinya, Bu Risma tidak boleh berlama-lama rangkap jabatan layaknya itu,” kata Palguna, dikutip berasal dari Antara.

Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri sesudah itu mengeluarkan radiogram Kementerian Dalam Negeri no 131.35/7002/OTDA memuat usulan pemberhentian Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya, yang dialamatkan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Rabu malam (23/12).

Selanjutnya, Gubernur Khofifah menerbitkan Surat Perintah bernomor 131/1143/011.2/2020 tertanggal 23 Desember 2020 yang sudah dikirimkan kepada Sekretariat Daerah Kota Surabaya pada tanggal 24 Desember.

Radiogram tersebut, lanjut Khofifah, merujuk pada Pasal 78 ayat 2 huruf (g) yang mengatakan bahwa kepala daerah diberhentikan karena diberi tugas didalam jabatan khusus oleh Presiden yang dilarang dirangkap oleh keputusan ketetapan perundang-undangan.

“Maka berasal dari itu, Tri Rismaharini yang kini menjabat Menteri Sosial, secara otomatis berhenti berasal dari posisi di awalnya sebagai Wali Kota,” kata Khofifah.