Kemlu Dinilai Kecolongan, WN Jerman Sambangi FPI Diduga Intel

Kemlu Dinilai Kecolongan, WN Jerman Sambangi FPI Diduga Intel

Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana menilai Kementerian Luar Negeri sudah kecolongan didalam moment kehadiran warga negara Jerman di markas Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis (27/12).

Hal ini disampaikan Hikmahanto merespons pengakuan bagian Komisi I DPR RI berasal dari Fraksi NasDem Muhammad Farhan yang menyebut warga negara Jerman yang berkunjung ke markas FPI ialah pegawai Badan Intelijen Jerman dengan sebutan lain Bundesnachrichtendienst (BND).

Kecolongan yang dia maksud terjadi sebab Kemlu diketahui sudah memanggil Dubes ad interim Jerman untuk menghendaki penjelasan.

“Bila fakta ini benar maka pejabat Kemlu yang memanggil Dubes ad interim Jerman sudah kecolongan,” kata Hikmahanto didalam keterangannya, Selasa (29/12).

Menurutnya, terdapat tiga alasan mengapa Kemlu dapat dinilai kecolongan didalam menyikapi kehadiran warga negara Jerman ke markas FPI.

Pertama, kata Hikmahanto, pemulangan warga negara Jerman selanjutnya tidak dapat di-persona non grata-kan atau pengusiran bagi diplomat sebab warga negara Jerman itu bukan seorang diplomat.

Menurutnya, Kemlu semestinya menghendaki Dubes ad interim Jerman mempersilakan warga negara Jerman yang sudah berkunjung ke markas FPI itu di check oleh Polri.

Hikmahanto berkata, Polri semestinya laksanakan pemeriksaan secara cermat dan rinci atas kegiatan agen intelijen selanjutnya terkait keberadaan warga negara Jerman itu di markas FPI.

“Tidak semestinya pejabat Kemlu menelan mentah-mentah alasan yang disampaikan oleh Dubes ad interim Jerman,” katanya.

Kedua, Hikmahanto mempertanyakan latar belakang warga negara Jerman selanjutnya dapat mengfungsikan kendaraan bagi para diplomat kala menyambangi markas FPI.

Menurutnya, perihal selanjutnya bertentangan bersama Konvensi Wina 1961 berkenaan Hubungan Diplomatik yang intinya berbagai fasilitas diplomatik hanya diperuntukkan bagi pegawai Kedubes bersama standing diplomatik.

Terakhir, lanjutnya, pengakuan pejabat Kemlu berkenaan hasil pertemuannya bersama Dubes ad interim Jerman seolah hendak merawat keperluan Jerman daripada tugas profesionalnya sebagai pejabat Kemlu.

Berangkat berasal dari itu, Hikmahanto menghendaki Menlu Retno Marsudi laksanakan evaluasi pada pejabat Kemlu yang bertanggung jawab atas masalah tersebut.

“Pemerintah Indonesia sudah mestinya laksanakan persona non grata pada Dubes Jerman di Jakarta atas terkuaknya operasi intelijen berasal dari seorang agennya didalam masalah domestik Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Farhan menyebut warga negara Jerman yang menyambangi markas FPI bukan diplomat, melainkan seorang pegawai Badan Intilejen Jeman.

Ia mengatakan hasil penyelidikan Komisi I DPR memperlihatkan bahwa orang asing menyambangi FPI yaitu bernama Suzanne Hall berasal dari BND.

“Ternyata kala dilaksanakan penyelidikan ke lebih dari satu sumber kita di Berlin langsung, si Suzanne Hall ini bukan pula pegawai pemerintah yang tercatat di Kementerian Luar Negeri Jerman, dia tercatat sebagai pegawai di B.N.D atau Badan Intelijen Jerman,” kata Farhan didalam diskusi Teka-teki Telik Sandi di Markas FPI yang digelar Medcom.id pada Minggu (27/12).

Farhan berpendapat, langkah yang dilaksanakan Kedutaan Jerman merupakan pelanggaran berat. Ia pun menghendaki Menlu memanggil dan memberi tambahan teguran keras kepada Dubes ad interim Jerman.

“Bahkan dipaksa untuk memberi tambahan pengakuan bahwa kedutaan besar Jerman tidak ada hubungannya bersama FPI tidak dapat turut campur pada masalah menyangkut masalah hukum FPI dan orang Jerman selanjutnya sudah dikembalikan,” ucap Farhan.

Farhan mengatakan Komisi I DPR RI termasuk mendesak sehingga orang yang terkait selanjutnya di-persona non grata-kan. Ia menilai kunjungan ke FPI untuk mencari tahu terkait aksi demo 1812 adalah sebuah alasan tak mendasar.

“Itu namanya alasan kaleng-kaleng, itu sama aja bersama begini, aku masuk ke rumah seorang gadis kala digerebek aku sebatas bilang enggak aku hanya sudi pinjam garam begitu,” ucap Farhan.

Sebelumnya, Sekretaris Umum FPI Munarman mengaku pihaknya sempat didatangi perwakilan Kedubes Jerman.

Kepada CNNIndonesia.com, Munarman mengirimkan dua foto yang menurutnya adalah perwakilan Kedubes Jerman. Foto pertama yaitu dua orang bule memasuki Kantor Sekretariat FPI di Jalan Petamburan III.

Sementara, foto kedua menampilkan sebuah mobil bersama plat nomor berlatar putih yang biasa dipakai perwakilan para kedutaan besar negara kawan baik di Indonesia. Namun, foto selanjutnya tidak tahu memperlihatkan nomor plat mobil.

“Dari Kedutaan Jerman sudah berkunjung ke sekretariat FPI,” kata Munarman, Sabtu (19/12).