Iklan Corona Sandi, Teknik Pemasaran Agar Publik Tak Lupa

Iklan Corona Sandi, Teknik Pemasaran Agar Publik Tak Lupa

Wajah Sandiaga Salahuddin Uno, yang kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), sudah menjadi rekan sehari-hari para pedagang kaki lima serta para pengguna transportasi yang terlilit lampu merah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Bandar Bola
Bekas Calon Wakil Presiden didalam Pilpres 2019 ini nampak kira-kira 10 detik didalam tiga pose berlainan di videotron yang terpajang sama juga di depan lampu merah dekat Halte Busway Kota Tua. Iklan itu memuat pesan untuk memajukan UMKM dan selalu merawat diri di tengah pandemi covid-19.

Kabarnya, tiga pose iklan yang keliru satunya bertajuk ‘Bukan Iklan Nyapres’ dengan foto Sandi lengkap dengan kemeja putih dan peci hitam itu sudah ada sejak awal Desember.

“Kayaknya sudah berasal dari awal bulan deh, aku kan jualan di sini, menjadi tiap hari lihat. Muncul foto Pak Sandi itu sama juga abis iklan anak-anak yang mengfungsikan masker,” aku keliru satu pedagang kaki lima di dekat Stasiun Kota Tua, Dakri (39) waktu berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (30/12).

Para pedagang kaki lima di kawasan Kota Tua kata Dakri menyebutnya sebagai ‘Sandi Iklan Corona’. Sebelumnya terhitung sempat ada lebih dari satu poster selain iklan yang nampak di videotron. Nun, kata Dakri, poster-poster itu sudah lama dicopot.

“Itu poster Sandi Iklan Corona ada terhitung di Pademangan, dekat kali persis. Tapi sekarang sudah enggak ada. Hilang atau bagaimana aku kurang memahami deh,” katanya.

Istilah ‘Sandi Iklan Corona’ ini, kata Dakri, nampak sebab memang yang ditunaikan Sandi didalam iklam selanjutnya adalah imbauan di tengah pandemi. Selain itu, video terhitung nampak bersama-sama dengan iklan Unicef yang menampilkan wajah anak-anak dengan masker.

Dakri sendiri mengaku tak terganggu dengan iklan-iklam yang terpajang itu. Toh kata dia, selain Sandi banyak terhitung tokoh, politikus, dan lebih-lebih orang yang dia tidak kenal beriklan di masa pandemi ini.

“Biasa aja sih, kan banyak terhitung ya yang pasang iklan gitu,” katanya,

CNNIndonesia.com menelusuri kawasan Kota Tua, Jakarta Barat dan Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan untuk mencari poster dan billboard yang menampilkan wajah Sandi. Namun poster-poster itu sudah hilang.

Di lebih dari satu titik yang disebut sempat memasang poster Sandi terhitung sudah berganti dengan poster lain. Yang belum dilungsurkan cuma iklan di videotron yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Terkait iklan Sandiaga ini, Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan The Habibie Center, Bawono Kumoro, menyebut iklan yang memuat pesan-pesan di tengah Covid-19 adalah langkah kreatif yang ditunaikan Sandi untuk menyebabkan dirinya tak dilupakan masyarakat.

“Harus dianggap menunjukkan bagaimana kecerdasan Sandiaga Uno didalam melakukan marketing diri,” kata dia, yang terhitung merupakan Co-founder Indo Riset Konsultan.

Apalagi iklan itu terhitung dibuat sebelum saat masa kocok lagi menteri yang kelanjutannya menobatkan dia sebagai Menteri Pariwisata terjadi.

“Dengan menyebabkan iklan memuat pesan seperti itu bakal menyebabkan awareness publik kepada Sandiaga Uno lagi naik,” katanya.

Bukan tidak mungkin, lanjutnya, hal-hal kecil seperti memasang iklan diri di videotron itu semakin menyebabkan publik melihatnya sebagai keliru satu brand untuk Pilpres 2024.

“Bukan tidak bisa saja didalam lebih dari satu tahun ke depan Sandiaga Uno bakal semakin baik didalam tingkat pengenalan dan keterpilihan dia sebagai keliru satu bakal calon presiden dan wakil presiden mendatang,” katanya.