Ambisi PKS Rebut Suara Rakyat yang Kecewa Jokowi Tuai Keraguan

Ambisi PKS Rebut Suara Rakyat yang Kecewa Jokowi Tuai Keraguan

Koalisi pendukung Presiden Joko Widodo meragukan tujuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapat merebut suara berasal dari kalangan yang kecewa dengan pemerintahan pada satu tahun ke belakang.
Pasang Bola
Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengakui tersedia masyarakat yang tidak bahagia dengan kinerja Jokowi. Akan tetapi, ia tidak percaya group itu kemudian berganti menentukan PKS pada Pemilu 2024.

“Ketidakpuasan masyarakat pada pemerintah tidak secara otomatis mengalihkan dukungannya kepada partai politik oposisi,” kata Masinton kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/12).

Terpisah, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai beberapa masyarakat tidak bahagia dengan pemerintah sebab pandemi Covid-19. Namun, ia menyebut pemerintah telah berupaya keras menangani pandemi dan dampaknya.

Wakil Ketua MPR itu justru menyindir balik PKS. Ia menyebut PKS menginginkan mengambil alih keuntungan elektoral kala Jokowi sibuk menangani pandemi.

“Silakan saja terkecuali tersedia yang berkenan mengais keuntungan politik berasal dari situasi krisis yang tengah dihadapi pemerintah dan masyarakat akibat Covid-19,” ujar Jazilul kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/12).

Politikus PPP Ahmad Baidowi juga turut menyindir PKS. Ia menjelaskan belum pasti orang yang tak bahagia dengan Jokowi bakal menentukan PKS. Sebab di luar pemerintahan masih tersedia Demokrat dan PAN.

Selain itu, Awiek menilai pengakuan PKS terlampau dini. Masih tersedia sekitar 3 tahun sebelum pemilu selanjutnya bergulir.

“Setahun belum dapat jadi ukuran sebab pemilunya masih lama. Setidaknya nanti tahun ketiga baru dapat membentuk opini. Kalau sekarang dapat beralih lagi,” ucap Awiek kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/12).

Sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu meminta kader partainya untuk mengamankan suara berasal dari masyarakat yang tidak bahagia dengan kinerja Presiden Joko Widodo.

Mengutip survei Litbang Kompas pada Oktober 2020, Syaikhu menyebut 52,5 prosen masyarakat tidak bahagia dengan kinerja satu tahun pemerintahan Jokowi.

“Suara rakyat yang tidak bahagia tersebut wajib dipastikan dapat berlabuh di Partai Keadilan Sejahtera,” ujar Syaikhu dalam Musyawarah Wilayah PKS secara virtual, Minggu (27/12).